Biologi dan Dokter
penulis cukup suka membaca, dari kecil sejak SD. semua suka di baca, pelajaran. karena membaca adalah hal yang mudah dan gampang dilakukan. ketika mau masuk dunia perkuliahan akan ada pengkhususan saat SMA. akan di khususkan kemana profesi selanjutnya.
karena kedokteran adalah profesi yang sangat horor, penulis cukup anti dengan profesi ini. walau nilai biologi penulis cukup bagus. penulis kurang tertarik dengan profesi kedokteran karena banyak hal, dimulai dari proses pembedahan, kamar mayat. belum lagi hal hal menyeramkan di kedokteran. banyak teman teman yang memang sekolah di kedokteran, dan yang penulis lihat memang mirip rumah hantu. itulah yang ada di bayangan penulis dari sekolah profesi kedokteran.
dunia teknik pun sebenernya mirip juga, tempatnya dipenuhi mesin mesin, yang penulis sendiri gak ngerti gunanya buat apa. ada alat potong, alat sambung, alat pembuat lubang atau bor banyak alat di dunia teknik. sebenarnya mungkin penulis cuman agak fobia dengan daging, hal ini keliatan banget, apalagi karena sering lihat film action, jadi ketika lihat daging mentah, walau itu daging ayam. udah kayak merasa di tangkap polisi.
apa yang anda lakukan, daging siapa ini, padahal penulis cuman bergaya dan membeli daging ayam di pasar dalam jumlah sangat banyak, menggorengnya sedikit, daging yang di goreng tidak enak, akhirnya dagingnya di biarkan di kulkas.
padahal inti dari dokter adalah menyembuhkan orang sakit. penyakit di diagnosa atau pelajari. kemudian di beri obat.
penulis sempat mencoba mengobati penyakit penulis sendiri, karena keseringan meminum kopi yang orang orang bilang bisa membuat pikun. akhirnya penulis mencari obatnya di apotik, ternyata obat ini juga mengobat tremor, rasa gemetar atau gugup.
rasa gemetar dan gugup terjadi ketika kita di hadapkan masalah atau ujian, pasti ada rasa gugup. akhirnya penulis membeli obat ini di apotik dan masalah penulis menjadi hilang. namun, satu hal yang terjadi setelah meminum obat tersebut, penulis menjadi pemarah. hal ini mungkin di karenakan penulis menjadi sangat kelelahan karena memaksakan untuk melakukan pekerjaan.
sakit gigi, penulis pernah mencoba menggunakan obat pereda rasa sakit, setiap malam penulis minum obat pereda rasa sakit, dan efeknya memudar, rasa sakitnya gak kunjung hilang. akhirnya obatnya seperti tidak berpengaruh.
Komentar
Posting Komentar